You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengawasan Anjing Masuk Ke Jakarta Akan Diperketat
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Dinas KPKP akan Awasi Ketat Perdagangan Anjing

Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta berencana melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya anjing ke ibu kota. Pasalnya, setiap hari, sedikitnya 40 ekor anjing dipasok ke sejumlah warung di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, untuk diolah menjadi bahan makanan. 

Perintah Pak Gubernur agar kita juga mengecek anjing yang didatangkan dari berbagai daerah, salah satunya dari Sukabumi

"Perintah Pak Gubernur agar kita juga mengecek anjing yang didatangkan dari berbagai daerah, salah satunya dari Sukabumi. Hal ini untuk mempertahankan Jakarta bebas rabies," kata Darjamuni, Kepala Dinas KPKP DKI, Senin(28/9).

Apalagi daerah Sukabumi, menurut Darjamuni, masih menjadi wilayah yang endemik penyakit rabies.

DKI akan Vaksin 12 Ribu Hewan Penular Rabies

"Masalah lain memang saat ini belum ada yang mengatur regulasi peredaran daging anjing. Makanya sekarang kita tengah siapkan konsep untuk peraturan gubernur," ujar Darjamuni.

Dikatakan Darjamuni, Jakarta dan Solo merupakan dua kota dengan konsumsi daging anjing tertinggi di ibu kota.

"Nanti setiap anjing yang masuk akan diminta surat keterangan sehat dari tempat asal. Sehingga kita bisa melakukan pemeriksaan kesehatannya," terang Darjamuni.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5372 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1867 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1818 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1794 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1606 personAnita Karyati